31 Oktober 2009

Menuju Kematian

Mati dan hidup adalah milik dan wewenang sang Maha Tunggal, yaitu al Mu'mit dan al Hayyu.

Didalam al Mu'mit ada al Hayyu, didalam "kematian" kita akan bertemu dengan Hidup sesungguhnya. Seperti sabda Rasulullah " mautu qobla anta mautu" / matikan dirimu sebelum mati jasadmu, niscaya kita dapat bertemu dengan sang Maha Hidup.

Manusia yang tidak mau mati (termasuk saya neeeh..) seperti ulat tidak mau jadi kepongpong lalu menjadi kupu2 yg indah, akhirnya mati sendiri atau dimakan "burung" keduniaan akhirnya hanya menjadi kotoran "burung" keduniaan tsb.Dengan kita menyintai dan ingin bertemu sang Maha Hidup didunia ini , kita harus mulai mujahadah jiwa atau bahasa kerennya Tazkiyatun Nasf sehingga Nafs / jiwa mengalami transformasi dari Nafs Amarah (jiwa yg memerintah kemungkaran) menjadi Nafs Mutmainah lalu menjadi nafs Rodhiyah.

Disitu makna kematian, yaitu sebuah transformasi jiwa, dengan cara melakukan ritual ibadah lahir/syariat dan ibadah batin/hakikat dengan diniatkan untuk meraih Ridho dan Maghfiroh NYA, sehingga jiwa menjadi tenang lalu menimbulkan rasa "dekat" dan selalu bersama dengan NYA, lalu meningkat terus ke maqom al Ihsan..(seolah2 melihat Allah), hati selalu menyaksikan Allah "sebelum, didalam, sesudah, dibalik " segala sesuatu.Dengan "kematian" tersebut pula jiwa menjadi "Hidup" karena bersama sang Maha Hidup.

Tanda tandanya adalah rasa RELA dihati atas segala sesuatu yg Allah datangkan. Qiblat hati tidak bergeming atas sesuatu tsb, Qiblat hati selalu menghadap Allah selalu sampai kematian jasad menjemputnya.Sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadis Qudsi, Allah berkata(lebih kurang) "Barang siapa yg yang masuk ke dalam bentengKU, akan amanlah dia, bentengKU adalah Laaaa ila ha Illalah".

InsyaAllah selamat di dunia dan akhirat, Kematian yang Khusnul Khotimah lahir maupun batin..Semua itu juga adalah anugerah Allah semata kepada hambanya yg dikehendaki.Sudahkah ada niat dihati kita untuk meraih "kematian" tersebut ?? (niat sih udah ada tapi....segudang alasan menjadikan alibi untuk memulainya, dasar manusia !! Eh.. Saya sendiri deh..he.he.). padahal orang sudah niat dihati dng kuat, lalu telah mulai mencoba menapaki perjuangan untuk penyucian jiwanya, lalu dia keburu sudah selesai "kontrak" hidupnya, insyaAllah mendapat maqom sebagai Suhada atau termasuk syahid karena dalam perjuangan menuju pada TuhanNya, amin..

Gimana Allah akan "menemui" hambanya, jika hambanya sendiri "emoh" menemui Tuhannya !! Gimana manusia ingin masuk surga sedangkan sama Pemilik surga dia tidak mau bertemu !!..

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar